Monday , September 26 2022
Cara Menyusun Berkas Lamaran Kerja Yang Baik Dan Benar

Cara Menyusun Berkas Lamaran Kerja Yang Baik Dan Benar

Dokumen aplikasi yang lengkap tidak cukup bagi perusahaan untuk menerima aplikasi lamaran kerja Anda. Dokumen perlu diatur dengan hati-hati agar dapat memudahkan HRD dalam membuat pilihan. Juga, dokumen tersebut mencerminkan bahwa Anda adalah orang yang terorganisir. Lantas, bagaimana cara menyusun berkas lamaran kerja yang baik dan benar? Mari simak informasi di bawah ini.

Cara Menyusun Berkas Lamaran Kerja

1. Pass Photo

Pass Foto merupakan dokumen pertama yang harus Anda letakkan di atas. Susunan foto-foto ini adalah hal paling mendasar yang harus diingat oleh setiap pelamar.

Pass Foto memiliki bentuk dan ukuran yang lebih kecil daripada dokumen lain, sehingga harus disimpan terpisah agar mudah dilihat dan mudah ditemukan jika hilang atau terjatuh. Selain ukuran, meletakkan Pass Foto Anda di depan adalah salah satu cara untuk menyusun lamaran pekerjaan yang tepat, karena agar wajah pelamar mudah diingat.

2. Fotokopi KTP

Setelah foto, selanjutnya adalah fotokopi KTP. Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, dan ukuran KTP juga kecil, sehingga harus dipasang di bagian depan agar mudah dilihat.

Dokumen ini sama pentingnya karena dapat membuktikan bahwa Anda adalah warga negara Indonesia yang diakui. Jadi jangan lupa untuk mencantumkannya saat melamar pekerjaan.

3. Fotokopi NPWP

Salinan NPWP ini sebenarnya tidak perlu dilampirkan karena tidak semua perusahaan mewajibkan dan tidak semua orang memilikinya. Namun, jika Anda memilikinya, Anda harus mengikuti cara peletakkan lamaran kerja yang benar, yaitu dengan meletakkannya di belakang KTP Anda.

Bentuk dan ukuran NPWP ini tidak jauh berbeda dengan KTP, atau bahkan hampir sama, namun informasi dan tujuannya berbeda. Jika Anda tidak memilikinya, yang terbaik adalah mulai membuatnya sedini mungkin, karena file ini mungkin diperlukan setiap saat.

4. Surat Lamaran Kerja

Bagian selanjutnya adalah surat lamaran kerja. Anda dapat menulis surat lamaran Anda dengan tangan di folio bergaris atau membuatnya secara magnetis terlebih dahulu dari laptop atau komputer Anda.

Di balik tampilannya, pastikan surat lamaran Anda tertulis dengan jelas, bahkan jika Anda perlu meninjaunya kembali sebelum mengirimkannya. Setelah surat lamaran kerja sudah selesai, Anda dapat menyebutkan dokumen lain dalam file.

5. Daftar Riwayat Hidup

Cara menyusun dokumen lamaran kerja setelah surat lamaran adalah dengan meletakkan daftar riwayat hidup, banyak orang yang meletakkan dokumen di belakang, namun keliru meletakkan dokumen di depan. Kenapa? Karena Anda mengomunikasikan maksud dan posisi yang Anda isi di tempat pertama.

Letakkan data yang benar di resume Anda sehingga Anda dapat dimintai pertanggungjawaban untuk itu. Juga, tuliskan informasi yang diperlukan dan relevan untuk pekerjaan yang Anda lamar.

6. Fotokopi Ijazah

Berikutnya adalah ijazah pendidikan terakhir Anda. Seseorang harus mempertimbangkan cara menulis lamaran pekerjaan pada file ini, tidak terlalu terlambat atau terlalu dini, karena HRD biasanya akan mencocokkannya dengan daftar riwayat hidup.

Adanya ijazah ini membuktikan bahwa Anda telah lulus dan belajar di sekolah atau universitas yang bersangkutan. Selain itu, ijazah juga dapat menentukan kelayakan Anda untuk melamar posisi yang Anda lamar.

7. Fotokopi Transkip Nilai

Setelah lulus, cara penulisan dokumen lamaran kerja yang benar selanjutnya adalah dengan melampirkan transkrip nilai atau nilai SKHUN. File ini berisi nilai yang Anda terima di sekolah atau universitas. Dokumen ini bisa dikatakan satu paket dengan ijazah, karena tidak jarang HRD melihat kandidat berdasarkan nilai yang diperoleh.

Namun, jika nilai Anda kurang memuaskan, Anda tidak perlu khawatir atau bahkan berkecil hati, karena tidak semua perusahaan atau HR menganggap nilai ini sebagai acuan untuk mencari pekerjaan. Selain itu, cukup lampirkan salinan transkrip atau SKHUN Anda dan tunjukkan agar Anda dapat melalui pemilihan file.

8. Fotokopi SKCK

Langkah selanjutnya adalah menyerahkan salinan SKCK. Formulir SKCK tidak jauh berbeda dengan surat lamaran, resume, ijazah, dan transkrip nilai, sehingga harus ditempatkan pada formulir yang berukuran sama. Mungkin banyak orang yang tidak menyadari bahwa surat ini sangat penting saat melamar pekerjaan, karena bisa menjadi nilai tambah di mata seorang HR developer sebuah perusahaan.

Saat melampirkan surat ini, Anda harus terlebih dahulu memeriksa apakah itu masih valid karena masa berlaku SKCK berakhir dalam 6 bulan. Jika sudah kadaluarsa sebaiknya diupdate kembali ke Polres atau Polsek terdekat.

Bagi yang ingin tau cara membuat SKCK online, anda bisa membaca artikel sebelumnya yang sudah pernah saya posting pada situs kami, Cara Membuat SKCK Online

9. Fotokopi Kartu AK-1 atau Kartu Kuning

Menempatkan fotokopi kartu AK-1 atau kartu kuning setelah SKCK adalah cara yang benar dalam menyusun dokumen lamaran kerja. Kartu adalah bukti bahwa Anda sedang mencari pekerjaan. Jika Anda melampirkan kartu kuning ini, kemungkinan besar majikan akan tertarik dengan aplikasi lamaran kerja yang Anda kirimkan.

Kartu kuning ini dapat anda diperoleh di Disnaker Kabupaten/Kota tergantung tempat tinggal Anda. Proses pembuatan kartu kuning Itu biasanya bisa dilakukan dalam sehari, tanpa biaya, hanya salinan dokumen.

10. Surat Keterangan Sehat

Dokumen penting berikutnya yang harus dilampirkan adalah surat keterangan sehat dari dokter. Beberapa perusahaan terkadang mengharuskan para pelamar untuk melampirkan surat keterangan sehat, tetapi yang terbaik adalah anda mempersiapkannya terlebih dahulu untuk menghindari terburu-buru dalam keadaan darurat.

11. Fotokopi Surat Keterangan Kerja

Menempatkan salinan surat keterangan kerja setelah surat kesehatan merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan dokumen lamaran kerja yang benar. Jika Anda bekerja sebelum dan kemudian berhenti, ada baiknya untuk menyertakan surat likuidasi dengan lamaran pekerjaan Anda. Surat ini dapat berfungsi sebagai dukungan agar aplikasi lamaran kerja yang telah anda kirimkan dapat dipertimbangkan.

Untuk yang lulusan baru tidak perlu khawatir, tidak ada pengalaman dan tidak perlu melampirkan surat. Cukup kirimkan Surat Hasil Magang atau Sertifikat Magang karena dokumen-dokumen ini akan menjadi nilai tambah bagi Anda.

12. Salinan Dokumen Pendukung

Sebagai cara menyusun berkas lamaran kerja yang benar, letakkan sertifikat yang Anda miliki di bagian akhir. Dokumen ini tidak bersifat wajib, namun beberapa perusahaan mewajibkan pelamar untuk melampirkannya sebagai salah satu persyaratan.

Jika Anda memiliki banyak aktivitas dengan sertifikat, cobalah untuk menyertakannya saat melamar pekerjaan, karena dapat menjadi nilai tambah dan keunggulan kompetitif bagi perusahaan Anda. Jika memungkinkan, lampirkan kredensial yang masih dalam satu bidang atau setidaknya relevan dengan posisi yang dilamar untuk meyakinkan HRD.

Leave a Reply

Your email address will not be published.